Apa, Mengapa, dan Kapan Mengevaluasi
Para pemakai ingin sistem yang mudah untuk belajar dan untuk menggunakan dengan efektif, efisien, menyelamatkan, dan memuaskan. Menjadi hiburan, menarik, dan menantang, dan lain-lain.
Apa yang dievaluasi
Perancangan dan evaluasi berulang adalah proses yang terus menerus untuk menguji:
• Ide awal model konseptual
• Prototipe awal sistem baru
• Kemudian, prototipe yang lebih lengkap
Perancang perlu mengecek mereka telah mengetahui kebutuhan pengguna
Mengapa perlu mengevaluasi?
“Perancangan berulang, dengan siklus perancangan dan
pengujian yang diulang-ulang, merupakan metodologi yang paling valid agar sukses dalam menghasilkan produk secara
konsisten. Jika Anda tidak menyertakan pengujian user sebagai bagian yang terintegrasi dengan proses perancangan Anda, itu seperti Anda membuang seember uang ke selokan.” (Bruce Tognazzini – AskTog.com)
Kapan mengevaluasi?
• Dalam keseluruhan perancangan
• Mulai dari deskripsi awal, sketsa kebutuhan user,
dsb
sampai dengan produk akhir
• Proses perancangan yang meliputi siklus berulang dari ‘
perancangan-pengujian-perancangan ulang’
• Evaluasi adalah bahan
utama untuk perancangan yang
sukses
Teknik Evaluasi pada sistem interaksiAdalah untuk melihat bagaimana suatu rancangan system dengan suatu jalannya proses yang sering kali kurang mendapatkan perhatian yang cukup formal, yang dibuat sedemikian rupa dengan permintaan pengguna
Ada 3 tujuan utama dari teknik sistem evaluasi :
1.Melihat efek interface bagi pengguna.
Ini mencakup pertimbangan aspek dari kemudahan system dipelajari,
usability dan perilaku user. Penting juga untuk mengidentifikasikan area
desain yang berlebih dari user, dengan menggunakan sejumlah informasi
yang berlebih.
2.Mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system
Ketika menggunakan konteks yang diinginkan menyebabkan hasil yang tidak diinginkan, atau terjadi kekacauan diantara user. Ini tentunya berhubungan dengan usability dan fungsionalitas dari desain (bergantung pada sebab masalah). Tujuan ini merupakan aspek negative dari desain.
3.Melihat seberapa jauh sistem berfungsi.
Desain system memungkinkan user melakukan tugas yang dibutuhkan denganlebih mudah. Ini tidak hanya membuat fungsionalitas yang sesuai ada di system, tetapi membuat mudah dicapai oleh user, user dapat melakukan aksi untukmelaksanakan tugas. Juga mencakup kesesuaian penggunaan system terhadapharapan user pada tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuranunjuk kerja dari user pada system, untuk melihat keefektifan system dalam mendukung tugas.
Jenis- Jenis Evaluasi:
Ada 2 jenis utama dari evaluasi, yaitu:
- Dilaksanakan pada kondisi laboratorium
- Dilaksanakan pada lingkungan kerja atau ‘lapangan’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar